Rabu, 17 Juni 2015

ciri ciri wanita tertarik pada laki laki

bray cewe ntu makhluk kang boong bray

sebenernye dia suka tapi sok sok jaim di depan lo bray


ni gw kasih tau seberapa ganteng lo di mata cewe bray


Spoiler for 1


semakin banyak cewe yang ngibrasin rambut di depan lo semakin tinggi level ke gantengan lo bray


tanya kenapa bray? karena cewe tu hanya mengibraskan rambut di depan cowo ganteng bray

kalo di depan cowo jelek mah dia suka gak anggep bray

jadi ibarat angin lalu aja bray





Spoiler for 2


jika ada sekelompok cewe jalan di depan lo terus berbisik bisik ke arah lo, berarti level ke gantengan lo di atas normal bray

tapi bisa jadi di sisi lain ada upil nempel di pipi lo bray





Spoiler for 3


jika ada cewe duduk berhadapan ama lo, terus mengubah posisi kaki jadi benghadap lo, tandanya lo ganteng maksimal bray

karena itu berarti cewe tersebut menghargai kehadiran orang ganteng di hadapanya





Spoiler for 4


kalo lo banyak dapet salam dan cie cie an dari temen cewe bray, tandanya kegantengan lo udah level nauzubile bray

jadi keep ganteng bray jangan lo jelek jelekin muka lo




demikian trit gw bray

pesen gw bray: kalo cuma ganteng ga cukup bray buat dapetin yang someone yang istimewa, lo harus berkarakter bray suapa lo ga maonstream kaya yang lain



yo bay-

Pria Ini Suka Memutilasi Wanita Subur, Memasaknya Jadi Sup

Pria Ini Suka Memutilasi Wanita Subur, Memasaknya Jadi Sup
TEMPO.CO Jakarta: Jorge Beltrao Negromonte da Silveira adalah salah satu pembunuh paling terkenal di dunia. Lelaki Brazil itu tanpa belas kasihan memutilasi perempuan muda dan kemudian menjadikan dagingnya sebagai menu makan malam, ditumis dengan bawang dan oregano atau dimasak dengan sayuran di sup.

"Daging manusia, bagi saya, tak berbeda daripada daging sapi. Dia punya rasa yang sama dan kelezatan yang sama. Dia tak lebih sedap dari sapi, tapi juga tak kurang sedapnya dari sapi," kata Negromonte kepada Mail Online, wawancara pertamanya selama dipenjara, pada Rabu 17 Juni 2015.

Mantan profesor di sebuah universitas itu yakin tindakannya benar dengan mengklaim bahwa para wanita yang di bunuh akan melahirkan 'para pencuri dan orang tak bermoral' di masa depan. Dia percaya bahwa dengan melahap daging mereka ia membersihkan dirinya dari dosa pembunuhan.

"Bagi pemerintah, makin banyak orang dungu, main baik. Tapi aku pikir itu tak benar. Mereka harus dihentikan. Mereka cuma menghasilkan para maling dan orang tak bermoral," katanya.

Negromonte jadi kanibal selama sekurangnya tiga tahun. Dia melakukannya bersama istrinya, Isabel Pires, dan kekasihnya, Bruna da Silva. Dia mengambil Bruna sebagai gundik saat perempuan itu berusia 16 tahun, karena istrinya tak dapat hamil. Negromonte menyalahkan Bruna telah memanipulasinya untuk membunuh para korbannya.

Ketiga orang itu membentuk semacam kultus mengerikan, yang percaya bahwa mereka telah membantu membersihkan dunia dari orang yang tak bermoral dan energi negatif mereka dengan memakan para korban. 

Mereka membujuk para perempuan subur dengan menawarkan menjadi pengasuh, sebelum membunuh mereka dan berpesta atas mayat mereka dalam sebuah ritual mengerikan. Tulang-tulang mereka lalu dikubur di halaman belakang rumah mereka.

"Para perempuan akan menyiapkan daging itu. Kami sering mencampurnya dalam sup Meksiko yang disebut carne guisada dan sayur. Isabel biasa menggunakannya untuk membuat makanan Macaxeira yang sedap," kata Negromonte.

Kejahatan barbar mereka mengejutkan dunia ketika tindakan biadab mereka terungkap pada Maret 2012. Saat itu penduduk Guaranhuns, Brazil, juga menemukan fakta yang memuakkan: penduduk tanpa sadar telah ikut memakan sisa-sisa korban dalam kue-kue berisi daging yang dijual Isabel di jalanan.

Tak lama setelah ditangkap, polisi menemukan buku setebal 50 halaman di rumahnya yang berjudul "Pengakuan Seorang Skizofrenia". Di situ Negromonte mengatakan bahwa dia mendengar suara-suara dan terobsesi untuk membunuh para wanita.

Negromonte, saat itu berusia 54 tahun, dihukum penjara selama 23 tahun pada November 2013 karena pembunuhan. Isabel dan Bruna masing-masing divonis penjara selama 20 tahun.

Negromonte kini mendekam di penjara Desembargador Augusto Duque di Pesqueira, kota miskin dengan jalan tanah di tenggara Brazil. Penjara itu berkapasitas 144 narapidana, tapi kini disesaki oleh 997 kriminal.